Aplikasi catatan hutang pelanggan warung — offline, tanpa langganan
Buku kasbon tidak pernah minta login. Aplikasi penggantinya juga tidak seharusnya.
Leanfinit · 5 menit baca
Di setiap warung ada buku dengan nama dan angka. Berhasil karena sederhana: buka, tulis, coret. Gagal karena basah, hilang, tidak menjumlah sendiri, dan tidak ada orang lain yang bisa lihat. Aplikasi “kasbon” di Play Store minta daftar, minta internet, dan setelah 3 puluh hari minta langganan.
Apa yang buku kasbon lakukan dengan baik
Aplikasi apa pun yang menggantikannya harus menjaga 4 hal itu. Kalau langkahnya lebih banyak dari buku, kamu balik ke buku.
4 kolom kasbon
- 1PelangganNama panggilan. “Bu Sri”, bukan “Sri Wahyuni”.
- 2JumlahYang dibawa hari ini. Aplikasi menjumlah saldonya.
- 3TanggalTerisi sendiri.
- 4Lunas1 ketukan saat bayar. Sebagian atau penuh.
Menagih tanpa bikin canggung
Buku tidak memberi tahu bahwa keluarga Pak RT sudah 15 hari. Aplikasi memberi tahu: daftar urut “hari belum bayar”, dan pengingat untuk kamu, bukan untuk pelanggan. Kamu yang menentukan cara menagih; aplikasi hanya mencegah lupa.
Jalan tanpa sinyal
Aplikasi tanpa server tidak butuh internet: datanya ada di HP-mu, seperti buku ada di laci. Tidak ada akun yang kedaluwarsa, tidak ada langganan, karena tidak ada yang harus dibiarkan menyala.
“Aplikasi kasbon warung: daftar pelanggan dengan saldo, tombol tambah hutang (jumlah dan catatan), tombol catat pembayaran. Urutkan berdasarkan hari belum bayar. Total piutang di atas. Jalan offline.”
| Buku | Aplikasi store | Deskripsi | |
|---|---|---|---|
| Menjumlah sendiri | Tidak | Ya | Ya |
| Tanpa internet | Ya | Kadang | Ya |
| Daftar / akun | Tidak | Ya | Tidak |
| Langganan | Tidak | Ya | Tidak |
| Memberi tahu siapa paling lama | Tidak | Ya | Ya |
Deskripsikan aplikasimu →
Cukup beberapa kalimat. Privat, milikmu.